Ketika Membaca adalah Bagian dari Mencintai


FULL SPOILER dari awal hingga akhir.

Saya menonton film ini masih dalam bau-bau Tahun Baru 2009. Dari awal film ini masih berupa trailer, saya memang sudah berniat ingin menontonnya meskipun tanpa harapan semembubung The Curious Case of Benjamin Button (yang sukses bikin saya ngantuk, dan hanya melek pada saat kegantengan Brad Pitt ditebar atau pada saat si Ibu angkatnya hadir atau pada saat layar menghidangkan kehalusan gambar).

Ternyata, film The Reader ini tidak bikin saya ngantuk! :-)

Bermula dalam adegan di Berlin tahun 1995. Michael Berg (Ralph Fiennes) menyiapkan sebutir telur dan secangkir kopi untuk sarapan seorang perempuan yang semalam bercinta dengannya. Tanpa banyak percakapan yang intim, usai sarapan, perempuan yang berbahasa Inggris dengan aksen yang aneh itu pergi. Adegan pembukaannya terutama bagian meja kerja Michael yang terasa dingin dan kaku itu punya daya magnetnya sendiri buat saya.

Pagi itu, Michael membuka jendela dan menatap keluar seiring tram yang melaju di hadapan matanya. Di sini ada adegan yang super biasa tapi merupakan detail yang asyik, yaitu bagaimana saat Michael melihat ke tram, seseorang yang di tram pun sedang melihat dia, dan lalu adegan masuk ke masa silam.

Michael Berg remaja yang diperankan David Kross sedang duduk di atas tram yang melaju dalam hujan yang deras. Ia sedang tak enak badan. Setelah keluar dari tram, ia menyusuri jalan hingga akhirnya sampai pada lorong masuk dimana flat Hannah Schmidt (Kate Winslet) berada. Di jalan masuk inilah ia tak kuasa menahan mual perutnya dan akhirnya muntah-muntah di sana.

Hannah, seorang petugas tram pemeriksa tiket yang baru saja pulang langsung terhenyak melihat kotoran muntahan laki-laki belia yang tak dikenalnya. “Hey You! Hey!” adalah kata-kata terkejut dan jengkel namun segera berubah diam begitu melihat pucat pasinya raut wajah Michael. Bergegas Hannah mengambil ember berisikan air dan membersihkan wajah Michael dan muntahan di jalan masuk tadi.

Michael menangis, merasa tak kuat dengan badannya.

“Hey, it’s OK,” kata Hannah menatap Michael sambil lalu memeluknya, kemudian diantarkanlah Michael pulang.

“Take care yourself,” pesan Hannah. Memerankan Hannah ini, Kate Winslet berbicara dalam bahasa Inggris yang beraksen asing. Cool dan meyakinkan.

Di film ini, Kate memasang tampang keras dan kaku. Cara berjalannya pun sedikit membungkuk dan tak ada unsur melambai bak putri seperti disajikannya di Titanic. Gerak-geriknya mencerminkan perempuan yang cekatan, terbiasa mengurus apa-apa sendiri, dan rapi. Tingkah lakunya sempat mengingatkan saya akan nenek saya yang badannya kurang lebih sama kaku namun cepat dan sigap bergerak kemana-mana. Badan orang jaman dulu (jadul) memang selalu perkasa dan sehat, demikian pamer nenek saya dulu. Nah, Kate Winslet berhasil menjadulkan badannya dengan baik di film ini.

Cerita kemudian mengalir ke interaksi Hannah dan Michael, setelah si bocah belia nan tinggi dan gagah ini datang ke flat Hannah untuk berterimakasih atas pertolongannya saat itu. Dari sinilah perjalanan kisah cinta dua orang dengan perbedaan usia yang terpaut jauh ini dimulai. Bagaimana akhirnya Michael mendapatkan pengetahuan bercinta dari Hannah beserta prakteknya (ya iyalahhh), berjalinan dengan interaksi mereka yang unik dan seperti berat sebelah. Michael begitu terbuka dan polos dan ingin tahu lebih soal Hannah, sementara Hannah adalah kebalikan dari semua yang dilakukan Michael. Adegan-adegan telanjang bertebaran di sana-sini dan memang digambarkan dengan sangat apa adanya tanpa berindah-indah atau bersimbol-simbol. Gimana mau ngantuk sayanya? Hehehe.

Suatu hari Michael menunjukkan sebuah buku yang menjadi tugas Pekerjaan Rumahnya dari sekolah ke Hannah dan mempersilakan Hannah membacanya.

“Kid, why don’t you read it to me,” ucap Hannah sambil dengan halus menolak buku yang disorongkan ke hadapannya. Maka, Michael pun kemudian membacakan isi buku itu.

Setelah pembacaan pertama itu, membacakan buku untuk Hannah kemudian jadi semacam “upeti” dari Michael dalam setiap pertemuan mereka, sebelum, di sela-sela atau sesudah acara bercinta. Belakangan, Hannah menentukan “peraturan” baru: Baca dulu, baru bercinta.

Hannah sangat menghayati seluruh bacaan dari Michael hingga ia bisa menangis, tertawa, dan bahkan kesal pada adegan-adegan yang dibacakan Michael dari buku-buku yang dibawanya. Ini kira-kira sama dengan saat pendengar sandiwara radio Brama Kumbara dalam Satria Madangkara ikut gemas, menangis, dan tertawa, atau kesal pada adegan-adegan yang disuarakan di radio.

Asyik sekali melihat ekspresi-ekspresi Kate Winslet di sini.

Setelah sempat berlibur berdua, Hannah menghilang. Michael tak bisa lagi menemukan jejak perempuan yang dicintainya secara mentok itu hingga beberapa tahun kemudian saat ia telah menjadi mahasiswa fakultas hukum. Di sebuah pengadilan atas beberapa perempuan Jerman yang dituduh membiarkan 300 perempuan Yahudi mati di gereja yang dibakar dan dikunci dari luar, Michael menyaksikan bahwa Hannah yang dikenalnya adalah salah satu dari perempuan yang tertuduh.

Di sinilah Michael dihadapkan pada kenyataan bahwa Hannah ternyata buta huruf dan semua keputusannya selama ini didasarkan pada prinsip jangan sampai orang lain tahu tentang kebutahurufannya. Hannah sangat malu hingga ia yang dipromosikan untuk naik jabatan kantor saat menjadi petugas tram dulu lebih memilih untuk mencari kerja baru sebagai petugas jaga di kamp konsentrasi.

Saking tak ingin diketahuinya, Hannah kemudian memilih masuk penjara dan menanggung semua beban hukuman dari teman-temannya (yang ditimpakan padanya akibat ia tak bisa membaca) daripada ketahuan tak bisa membaca. Hannah dihukum penjara seumur hidup. Michael tak bisa berbuat banyak selain menemukan dirinya perlahan-lahan mengetahui rahasia Hannah dengan mengingat kembali semua yang pernah terjadi dalam interaksi dia dengan perempuan itu.

Michael Berg kini beralih ke Ralph Fiennes kembali. Di masa ini, Michael sudah menikah dan memiliki anak gadis yang hubungannya sedang diusahakan kembali dekat (sebagai akibat tadinya jauh). Pernikahan Michael sendiri pun tak sukses. Michael tak bisa melupakan sosok Hannah dan di dasar hatinya masih ada keterikatan yang begitu dalam pada Hannah.

Apa yang diperbuat Michael selanjutnya adalah menemani cintanya di penjara dengan cara yang selama ini diketahuinya mampu membuat Hannah terbius dan terhibur yaitu membacakan buku-buku. Pembacaan buku kali ini direkam di kaset dengan sistemasi yang dibuat khusus agar Hannah tahu ini kaset nomor berapa tanpa perlu bertanya pada siapapun di penjara. Sejak itu, tidur Hannah selalu diiringi dengan suara Michael yang sedang membacakannya buku. Secara berkala, Michael mengirimkan ini semua, membuat Hannah kemudian selalu memiliki sesuatu untuk ditunggu-tunggu dan didengarkan, untuk kemudian membuatnya ingin belajar membaca.

Menarik sekali melihat bagaimana seseorang yang begitu malu ketahuan buta huruf mempelajari bagaimana cara membaca. Juga menarik melihat bagaimana sebuah cinta digambarkan tak selamanya secara kasat mata terlihat bergelora. Cinta tak selamanya berupa pertemuan fisik karena hatilah yang sebenarnya bertemu. Dan cinta juga tak selalu berisi kemewahan waktu ataupun benda. Yang paling menonjol dari film ini adalah akting Kate Winslet yang luar biasa. Saya rasa sangat tidak mengherankan jika dia mendapatkan nominasi Oscar atas perannya ini.

Pulang nonton, saya membawa oleh-oleh buat saya sendiri. Bahwa dalam sebuah kesederhanaan bentuk, cinta selalu bisa dirasakan, if you really really love someone. Seperti Michael yang mengirimkan kaset-kaset itu pada Hannah di mana bentuknya sangat sederhana, tapi bagaimana mengerjakannya begitu dipikirkan dengan sepenuh jiwa.

Pic. from wikimedia

posted by -Fitri Mohan- @ 5:26 PM,

18 Comments:

At 3:58 AM, Anonymous arman said...

Ulasan yang sangat bagus.Thanks...
Jadi pengen nonton nih...

 
At 5:58 AM, Anonymous rymnz.v.4 said...

ini flm baru khan ya? koq blm nongol disini :P ..

 
At 6:56 AM, Anonymous simb.sal said...

pingin nonton filmnya nih...setelah dibacakan ...ehh diresensikan oleh mbak Fitri

 
At 12:42 PM, Anonymous hedi said...

wah aku seneng film dgn genre gini, thx infonya :D

 
At 12:05 AM, Blogger Fenty Fahmi said...

aduh jadi pengen nonton deh, mungkin gak ya keluar di indonesia :D *wonders*

 
At 11:46 PM, Blogger MAY'S said...

Wah.. thanks banget infonya... pasti gak bakalan terlewatkan... saya suka sama Kate Winslet, tapi bukan dari Titanic, justru dari The Holiday....

makasih ya.. Hei..hei... apa kabar??
di sini hujan hampir sepanjang hari :)

 
At 12:43 AM, Blogger ika rahutami said...

wah kapan main di jogja ya....
masih lama banget pasti

 
At 8:39 AM, Anonymous Daniel Mahendra said...

Aku direkomendasikan oleh seorang teman untuk membaca ulasan film ini. Awalnya ragu, meski saat membaca judul postingan ini, "Ketika Membaca adalah Bagian dari Mencintai", aku sedikit tergelitik, hingga pada akhirnya kubaca juga.

Rupanya ini film menarik. Terlebih jalan ceritanya. Aku seolah bisa membayangkan secara visual bagian demi bagian dari film ini. Mungkin karena penulis blog ini memang bisa merawinya dengan sebegitu memikat.

Thanx sudah membaginya. Aku jadi sangat tertarik dengan film ini. Dan akan kuagendakan, berkat tulisan ini. Sekali lagi thanx.

Salam!

 
At 5:24 PM, Blogger Darkpuccino™ said...

akhh.. saya menyesal membacanya sampai habissss.. jd g seru deh tar nontonnya

apa kbr mbak? :)

 
At 3:11 AM, Anonymous Yoga said...

Mbak Fitri, membaca rawian ini seperti menonton filmnya langsung. Betul kata teman saya, Daniel Mahendra.

Tak sabar menunggu film ini diputar di Indonesia.

:)

 
At 4:39 PM, Blogger za said...

weits....jadi pengen nonton....

 
At 11:41 AM, Anonymous TheGoeh said...

Penasaran sama Acting Kate Winslet, kayaknya tahun ini bakalan banyak dapet piala..

 
At 9:30 PM, Blogger karangs@ti said...

ini sari safitri mohan yang ngarang takkan habis duniaku itu ya?

nice review. belum sempat nonton, tapi mau.

boleh jadi temen kan? saya taruh link blognya di blog saya ya...

 
At 10:42 PM, Blogger xxx said...

Wah pusing ni setelah lihat blog ini! Jadi pengen murtad!

FORUM MANTAN MUSLIM INDONESIA (klik)

SMS & Ayat Cinta dari Allah (klik)

Bingung gue..

 
At 2:02 AM, Anonymous djpbrokenlink said...

mbak fitri,
tolong bantu kami melaporkan blog beralamat :http://trulyislam.blogspot.com

ke blogger.com untuk ditutup. karena blog ini memfitnah islam dan tolong disebarkan ke blogger yang lain.

 
At 10:08 PM, Anonymous mila said...

sempet ragu mo nonton film ini. klo gitu nonton ah.. tfs ya mbak..

 
At 5:46 PM, Blogger -Fitri Mohan- said...

@arman, simb.sal, hedi : sama-sama. go see the movie then. :-)

@memed, fenty: udah keluar katanya sekarang. nggak tau versi bajakan apa enggak.

@ika: kayaknya jogja sekarang cepet2 juga kan ya mbak?

@may's: halooooo, disini udah mulai nggak ujan. bentar lagi summer. yuhuuu. :-)

@daniel, yoga: makasih banyak buat kunjungannya ya! dan terimakasih juga untuk apresiasinya. you're so kind.

@darkpuccino: heii, apakabarmu? baik kan? kabarku baiiiik.

@za: ayo deh nonton.

@goeh: kate winslet menang best actress. oscar. atas perannya di film ini.

@karangsati: hai, iya. sayalah si tertuduh :-) tentunya boleh dong. monggo silakan.

@mila: sama-sama jeng. :-)

 
At 2:11 PM, Blogger Erma said...

Ah tiap baca review mbak Fitri, saya jadi pengen nonton pelem nya.
Nonton-enggak-nonton-enggak-nonton-enggak
Bioskop-dvd-bioskop-dvd-bioskop-dvd

 

Post a Comment

<< Home