Alarm Tercinta dalam Pagi
Tuesday, March 11
Teman bangun saya yang paling lama bukanlah suami saya, tetapi alarm clock. Dialah yang membangunkan saya setiap paginya, tentu saja tidak dengan mesra. Tetapi dengan nada yang dari tahun ke tahun selalu berbeda.
Sebelum ada jam ber-alarm, kedua orangtua saya terutama ayah adalah alarm yang paling getol menggedor-gedor kaca jendela kamar atau pintu saya.
“Bangun!!”
“Sholat!!”
“Subuh!!”
Dan beliau tidak akan berhenti sampai ada orang yang membukakan pintu kamar dengan wajah tak karuan. Ia tak peduli meskipun anak-anaknya keluar kamar dengan gerutuan panjang.
Setelah itu, gedoran di kaca jendela berganti dengan deringan alarm clock.
Sejatinya, saya memang bukan manusia pagi. Yang bisa bangun tepat jam lima tanpa alarm lalu langsung beraktivitas tanpa banyak menguap di sana sini. Yang bisa langsung tertawa-tawa dan bersiul-siul riang sebelum jam di dinding berdentang tujuh kali. Saya adalah manusia yang cinta pagi dan matahari pada saat belum mandi, belum gosok gigi, dan wajah belepotan iler.
Guru SMP saya pernah bilang bahwa mereka yang terbiasa bangun pagi lebih beruntung hidupnya dari yang bukan. Lebih bisa menghirup udara pagi. Lebih teratur hidupnya dan otomatis lebih sehat. Kalau saya lihat dari kebiasaan para tetua saya dulu, memang mereka nampaknya lebih bisa menghirup udara pagi, teratur, dan lebih sehat. Tapi soal beruntung? Saya masih belum tahu, beruntung dalam hal apa.
Sudah sejak lama jam tubuh saya begini. Yang kalau pagi memiliki tingkat kesiagaan rendah dan kemampuan berkegiatan di bawah titik nol, sementara pada saat malam menyala-nyala dan bertenaga. Dibentuk kemudian dengan jenis pekerjaan yang tidak mengenal pagi atau malam, diperparah dengan insomnia yang punya sebab musababnya sendiri juga, dan pada akhirnya diresmikan oleh Ibu saya sebagai, “anakku yang manusia kelelawar itu.” Ini jenis manusia yang membuat saya terbiasa diintip matahari pagi, berkedipan mata sebentaran, lalu melanjutkan cerita yang sedang digodok di dalam mimpi barusan.
Baik orangtua saya, sahabat, dan orang-orang yang pernah dekat dengan saya, pernah menghadiahi saya kado ulangtahun berupa alarm clock. Ada satu catatan kecil yang diselipkan pada kartu pengiring kado yang masih saya ingat sampai sekarang, “Semoga kado ini bisa membuatmu bangun dan berteriak girang, Selamat Pagi!”
Siapa yang menciptakan frasa itu? Selamat Pagi?
Selamat Pagi masih bisa saya ucapkan dengan penuh selamat saat liburan dari pekerjaan. Pada saat bekerja, ucapan Selamat Pagi itu kadang-kadang bikin saya keki. Terutama pada saat saya merasa nggak ada enjoy-enjoynya.
Teman lelaki saya pernah menyapa saya pagi-pagi saat saya –yang masih letoy dan tak rela tubuh berada di kantor- baru saja duduk di meja saya dengan wajah cemberut,
“Selamat Pagi Cinta!”
“…Apa maksudmu?” tanya saya sambil menatapnya bengis.
Dan dia malah menjawab bahwa dia tidak bermaksud mencintai saya. Lalu, saya yang malah menikmati percakapan pagi hari itu (sambil menahan-nahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak) karena dia dengan begitu polosnya menjelaskan arti kata Cinta di belakang kata Selamat Pagi…..
Saat berubah pekerjaan menjadi orang kantoran dengan jadwal nine-to-five, saya sempat uring-uringan. Karena jalanan Jakarta yang macet, saya sudah keluar dari rumah saya di Bekasi pukul enam. Sampai di parkiran kantor di Kuningan saya sempatkan tidur sebentar setelah sebelumnya mengaktifkan alarm di mobil. Pulang kantor sudah ketemu macet lagi. Sumpah serapah pun keluar dengan penuh cinta kasih pada jalanan. Tapi, ini buang-buang energi.
Dalam pagi, si macet yang tadinya saya benci, lalu mulai saya cintai (dengan belajar ikhlas dan ridho yang berjalin dengan umpatan-umpatan yang keluar sesekali). Setiap pengendara di kiri dan kanan jalan selalu saya anggap sebagai prajurit perang. Dalam keadaan padat merayap, saya membayangkan kami semua berada dalam sebuah markas Fight Club dan sedang menunggu untuk dipijat oleh Brad Pitt dan Edward Norton.
Saya mulai hafal siapa saja yang biasa menyapa dan saya sapa Selamat Pagi dan suka terkagum-kagum sendiri dengan para satpam atau petugas janitor yang senyumnya memiliki nilai cerah yang konsisten dari pagi ke pagi. Mata saya mulai mencari-cari anak kecil penjual koran di perempatan Karet yang punya kerutan di hidungnya saat tertawa. Saya menikmati senyum hangat barista yang membuatkan saya coklat dengan foam dan milk yang sengaja dilebihkan. Melihat orang dengan senyum lebar di pagi hari membuat saya berenergi tanpa rasa keki lagi. Biarpun sebelumnya saya masih keki karena acara tidur saya diputus oleh guncangan alarm.
Jam ber-alarm ini juga yang akhirnya menyaksikan saya bangun pagi-pagi SEBELUM dia berbunyi. Ini terjadi saat jam alarm saya masih si jam kotak berwarna merah dengan jarum jam berwajah Mickey Mouse. Jam pemberian almarhum ayah saya.
Jam yang saya pandangi karena kangen pada ayah saya. Jam yang saya pandangi karena bahkan setelah sholat subuh, saya masih saja sesenggukan merindukan beliau.
Saya sering tersenyum jika ingat masa-masa itu. Masa di mana saya selalu bertanya-tanya dan berargumentasi dengan Tuhan tentang kenapa saya merasa kehilangan terlalu lama. “Bagaimana caranya aku bisa berargumentasi denganMu dan mendengarMu?” Dan kemudian saya merasa lucu sendiri membayangkan Tuhan menjadi histeris karena saya makhluknya yang luar biasa bodoh untuk bisa membaca apa saja pelajaran yang sebetulnya sudah terhidang di depan mata saya.
Setelah itu, saya memandangi jam alarm pemberian ayah saya dengan rasa yang macam-macam. Kadang rindu. Kadang dengan ingatan gedoran di jendela atau pintu. Kadang melambaikan tangan saya ke arah jam, dan tersenyum-senyum sendiri dengan pilu.
Pagi tidak pernah membuat saya uring-uringan kini. Alarm tidak lagi berbunyi sembrono dan bikin mangkel hati. Si alarm Mickey Mouse itu sudah tidak berfungsi lagi. Saya menggantinya dengan alarm digital biasa, yang pada saat dijadwalkan berbunyi akan mengeluarkan lagu-lagu rancak dan menyemangati.
Ada berbagai tips untuk membuat saya bisa bangun dengan lebih nyaman di pagi hari.
1. Tidur malam lebih cepat. Ini butuh tantangan tersendiri karena mata saya biasanya tidak mau merem di bawah jam tiga pagi.
2. Saya biasanya sudah tidak makan lagi pada jam sepuluh malam.
3. Saya matikan semua lampu dan meminum susu.
4. Jika belum ngantuk juga, baca buku atau dengar lagu pengantar tidur.
Saat pagi datang, buka semua jendela. Jalan kaki sebentar di luar. Makan pagi di tengah cahaya matahari. Tersenyumlah lebar-lebar (meskipun hati membiru dan patah-patah karena barusan putus dari seseorang yang begitu terkasih…).
Selamat Pagi untuk yang membaca ini di pagi hari. Jika bukan pagi, berikanlah saya senyum dalam jenis apa saja dan tebaklah saya sedang memberi senyum jenis apa pada Anda, hehehehe.
posted by -Fitri Mohan- @ 7:58 PM,
37 Comments:
- At 8:52 PM, stey said...
-
saya malah manusia pagi, yang begitu terkena matahari langsung bangun, kecuali hari libur..hehehe..*malu*
- At 8:56 PM, MAY'S said...
-
Selamat Pagi juga mbak....
Wah, saya tiap hari harus sudah bangun jam 3 pagi karena musti masak sayur, ngrebus air, menanak nasi, bersih2 rumah...
Tapi tetap saja, SELAMAT PAGI MBAK FITRI..... (jam 8 pagi di solo} - At 9:26 PM, iway said...
-
selamat pagi! saya juga baru bisa tidur dibawah jam 3 mbak, jam 10 malem maksudnya :D
- At 10:06 PM, venus said...
-
aaahhhh, selamat pagi, cinta! *sambil nguap dan tentu saja tak bermaksud mencintaimu. not that way*
hyahahaha.... - At 10:22 PM, Erma said...
-
Saya masih gak ikhlas tuh mbak bangun pagi, hehehe.
Tapi tips nya bisa dicoba juga tuh - At 10:39 PM, OktaEndy said...
-
pagi FM, jam 9.30 nich..
hehehehe..
kalo aku punya alarm, yang sudah dipensiunkan karena istriku gak suka bunyinya :D , sebenarnya itu alarm dari HP :))
Sekarang ini HP ku diganti, tapi aku masih suka pake HP yang lama juga untuk membangunkanku pagi hari hahahaha *usahanya tidak berhasil* - At 11:44 PM, Anang said...
-
tidur malam, bangun pagi subuh tidur lagi.... hehehe...
- At 1:32 AM, ndahdien said...
-
mo jam berapapun tidurnya... tetep aja habis subuh tidor lagi, ga' rela banget kalo tetep trjaga ampe siang. bahkan kalo weeknd bisa bangun jam 12. temen2 pada heran koq bisa betah amat tidurnya... lha wong tidur pagi itu uenak banget koq.
- At 2:33 AM, endangcinta said...
-
jadi inget My Nick itu ngasih liat berita ttg temuan alarm yg begitu bunyi, dia pun berlari / nggelinding, jadi utk matiin pun orangnya hrs ngejar2....
anyway.....big hugs for you too !
dan apa yg elo rasakan skrg, sedang jadi ketakutan gue juga.... - At 2:51 AM, yati said...
-
alarm hidupnya bunyinya sama...bangun, bangun, sholat sholat, sambil digedor2 juga. dan ketika abis subuh melanjutkan tidur lagi, ceramah pagi jadi lebih paaaaanjang. daripada digituin terus, tiap pagi pura2 sibuk. lama2 terasa menipu diri sendiri. mau tidur cepet biar pagi2 bisa bangun dengan rela, susahnya minta ampun, matanya ga mau kerjasama.
jadi....ucapan selamat pagi, tetap ada. diucapkan siang hari.
sambil nyengir :p - At 4:16 AM, eva said...
-
hehehe.. idem mbak.. sudah beberapa tahun belakangan ini ga bisa bangun pagi. satu kali, sempat tergiur dengan tawaran sang pagi, udara sejuk, blom terlalu ramai, kicau burung, kesunyian yang menyamankan, semangad yang sepertinya lebih puol, dan tentu saja, tak perlu bergegas tergesa. tapi itu cuman bertahan dua hari sajah. selebihnya, back to basic.. alarm boleh disetel jam lima, tapi untuk dimatikan lagi dan dicuekin sajah, hohohohooho..
selamat pagi mbak! menjelang sore ;) - At 6:19 AM, Totok Sugianto said...
-
ini tips yang memang saya perlu.. saya sangat susah sekali bangun pagi. alarmpun sampai mati sendiri, padahal pingin banget bangun pagi :P
- At 7:27 AM, Mariskova said...
-
Apapun yang dikatakan manusia-manusia pagi tentang matahari pagi, gue teteup kekeuh benci bangun pagi :D
- At 7:28 AM, nie said...
-
Siangggg!!! Hehehe...
ku bukan manusia pagi, ga seperti bojoku yang tiap jam 8.30 tet udah bangun dan mulai aktivitasnya segera. Ugh... tapi anehnya koq pas aku jauh dari dia (pas di Brighton) setiap hari jam 8.30 pagi mataku langsung melek otomatis >.< - At 10:55 AM, elyswelt said...
-
aku biasa ngidupin 2 jam weker jeng, kalau yang di dekat bed sdh bunyi tapi tetap nggak mau bangun, sepuluh menit kemudian jam weker sangar yang ada di kamar mandi akan berdering keraaaaass sekali, mau tidak mau harus bangun :D
- At 10:58 AM, veridiana said...
-
Saya pernah baca, bangun pagi dgn bunyi alarm yg bikin loncat karena terkejut, bisa memperpendek umur.
Jadi udah lebih dari 1 tahun saya memilih bangun pagi dengan lagu alarm dari hp : 'sunshine on my shoulder'-nya john denver. Maksudnya sih supaya bangun paginya gak bete, indah, syahdu, etc. Tapi lebih sering saya tidur lagi dengan sukseeesss.... ^_^v - At 11:56 AM, jari jari ampuh said...
-
kalau saya
sebelum tidur pesen sama Gusti Allah supaya ngendika malaikatnya untuk membangunkan saya jam yang saya mau..
kok ya bisa ya he he - At 2:15 PM, merahitam said...
-
Selamat pagiiiiiiiii...Disini sudah jam 1 dinihari loh dan aku belum tidur. hiks..hiks..hiks..
Masih mending bisa bangun waktu denger alarm bunyi. Aku mah, boro-boro. Padahal tiap kali pasang alarm sampai tiga sekaligus. Tapi tetep aja. Nanti kalau pas udah bangun, sering bingung sendiri, sebenarnya tadi alarmnya bunyi atau nggak ya? Hehehehehehe...
Punya saran alarm apa yang paling ampuh buat bangunin aku, mbak? Asal jangan disiram air aja ya. Jakarta semakin dingin belakangan ini. :D - At 8:46 PM, antown said...
-
Iya, alarm sangat berjasa lho. Tapi kenapa ya saya juga sering matiin lagi terus tidur lagi.... hehehe
salam kenal - At 8:51 PM, lenje said...
-
Wah, cerita ini malah ngingetin saya pada jam meja cantik dengan alarm lagu yang bikin kesel karena ngebangunin tiap pagi untuk sekolah. Jamnya sudah lama gak ada lagi (lah itu jaman SD), tapi saya kok masih trauma dengan lagunya, hahahah..
- At 9:16 PM, tjahaju said...
-
selamat pagi!!!
alarm ku di rumah pake alarm dari handphone... plus alarm tradisional which is teriakan orang tua, hekekeke.. - At 10:08 PM, rime said...
-
kalo alarm saya: tinuninunit... tinuninunit...
- At 11:20 PM, maya said...
-
mba, baca postingan ini jadi kangen sama almarhum ayah saya juga, karna dulu beliau selalu membangunkan saya dengan teriakan yg sama.."neng..bangun!! subuh..!!!
'. kalo gag bangun juga tape di kamar dipasang lagu sekenceng-kencengnya hehehe - At 1:11 AM, cewektulen said...
-
bangun pagi..resolusi yang tidak tidak pernah kesampaian...
- At 4:28 AM, popokbekas said...
-
wah..
kayaknya pas buat aku nih mbak, yang pengidap insom parah..
huhuhuhuh.. - At 4:36 AM, crushdew said...
-
bangun pagi??? jam 7 lah...sering kehilangan waktu subuh mau gimana mata baru bisa terpejam setelah jam 2.
- At 2:22 PM, Toga said...
-
Guru SMP saya pernah bilang bahwa mereka yang terbiasa bangun pagi lebih beruntung hidupnya dari yang bukan. Lebih bisa menghirup udara pagi...
wah, kalo gitu, yg paling untung anak clubbing tuh, yg pulang menjelang pagi.
:D - At 8:41 PM, amethys said...
-
alarm ku? ya jonkheer, klo udah jam 4.30 selalu mbangunin.....minta makan..(dikirain aku tiap hari sahur...hiks)
- At 11:08 PM, relungjiwa said...
-
bangun pagi walaupun dah diniatin dr malem tetep aja kl dah pagi ada aja alasan untuk tetep tidur lg . .
btw met pagi mba'fit,have a nice morning :) - At 1:44 AM, kenny said...
-
aduh ...aku paling sebel jg bunyi alarm, biasanya malah sblm alarm bunyi aku dah bangun dulu. Udah biasa terbangun mungkin karna punya balita.
- At 2:23 AM, aroengbinang said...
-
he..he... ya itu lah pekerjaan menjadi alarm yg kulakukan di setiap jam lima pagi selama lebih dari 15 tahun, dari mulai yg sulung di play group sampai udah kuliah di tingkat 2..., koq ya terus bolot ya...., gak sembuh2 :)
- At 5:20 AM, tisti said...
-
wah..mending kalo cuma digedorin pintu! Selama saya jadi anak, bapak membangunkan saya-wkt hrs brngkt sekolah-dgn cara menyiram air segayung ke kepala saya..wis..basah..basah..basah..kpala ini...
- At 6:08 PM, mr.cappuccino said...
-
slamat pagi mbak fit... :D ayo tebak jenis apa? :P
lay outnya lebih asik nih... - At 5:57 AM, -Fitri Mohan- said...
-
@stey : iri aku padamu stey.
@may's: jam tiga? Trus tidurnya jam berapa itu?
@iway: tularin way
@venus: terimakasih cintaaaa. :D
@erma: heheheh, bisa dibayangkan.
@oktaendy: yang penting istri nggak denger aja tuuh.
@anang: nikmat tenan.
@ndahdien: benerrr. Tidur pagi itu enak banget.
@endangcinta: eh aku mau dong link info soal alarm nggelinding itu. kalo bisa dibeli asyik juga tuh.
@yati: gue juga demen begini Co. hahahhaha.
@eva: iya, paling nggak asyik kalo pagi tergesa2.
@totoks: alarmnya kapok itu mas. :)
@mariskova: gue maklum mah kalo elu bo. Hahahahah.
@nie: wooo, itu melek kangen namanya.
@elyswelt: ide bagus juga! :D
@veridiana: sunshine on my shoulder sih ya sukses bikin ngantuk. :D
@ jari2ampuh: dulu saya sempet bisa begitu juga. Tapi trus lama2 enggak.
@merahitam: pagiiiii. Dicolekin aja gimana? ;)
@antown: salam kenal juga yaaa.
@Lenje: ayo kasitau lagunya apaan.
@tjahaju: komplit dong alarmnya.
@rime: bisa bangun cuma tinuninitit gitu?
@maya: iya, kalo udah kangen trus jadi pengen digedor2 lagi ya pintunya.
@cewektulen: gile, sampe jadi resolusi ya Nja.
@popokbekas: :)
@crushdew: jam 7 tuh sekarang dibilang bangun pagi ya dew. Jaman dulu udah yang siaaaang banget rasanya.
@toga: yeee, si akang. Itu mah belum sempet tidur. :D
@amethys: hahahaha. Rajin amat puasanya.
@relungjiwa: have a nice morning to you too dear.
@kenny: mungkin aku kudu punya balita dulu baru bisa bangun tanpa alarm kali ya. hahahaha
@ aroengbinang: pake teriak-teriak juga nggak mas? *wink*
@tisti: waduuuuuuhhhhh, ya mau nggak mau jadi bangun ituu.
@mrcappucino: jenis ^%#^(&^@. Bener nggak? - At 8:11 PM, Avie said...
-
What a nuanced post!
- At 11:35 AM, nung said...
-
salutt..blog nya rame..
mmpir balik donk...add link jg ya
okeh.... - At 12:30 PM, kakahelmy said...
-
Bner tu mbak yang terakhir, baca buku. Apalagi buku kuliahan atau buku literatur yang tebelnya amit-amit. dijamin cepet tidur, hehe...











