Sebagai Yang Baik

Kamu mungkin bisa menjadi orang baik. Saat kamu belum mengenal warna lain kecuali hitam dan putih. Saat kamu belum pernah merasai arti luka. Saat kamu merasa semua orang bereaksi terhadap apa yang kamu rasakan.

Tapi, bagaimana kamu menjadi orang yang masih tetap baik? Yang masih berprinsip pada kebaikan-kebaikan, pada saat kepercayaanmu dikhianati, kesabaranmu diuji, kemarahanmu dienyahkan, orang-orang yang kaucintai hilang, bencana yang datang dan kauanggap sebagai ketidakadilan, kenestapaan hidup yang bagi banyak orang sebuah hal yang biasa dan jamak terjadi dalam hidup? 

Bagaimana kau masih bisa menjadi baik karena itu, karena didalamnya sudah terjadi pengertian-pengertian, karena kau belajar. Bahwa untuk menjadi baik yang sebenar-benar, kau mungkin harus tahu kisah-kisah yang berjalan kasar. Kau mungkin harus berhadapan dulu dengan kotor dan jahat, hal-hal yang membuatmu merasa diperlakukan tak adil dan membuatmu ingin menjadi biadab. Hal yang membuatmu berpikir ratusan kali untuk sespontan biasanya. Hal-hal yang meracunimu untuk tumbuh. Hal-hal yang tak kauinginkan dalam hidup. Hal-hal yang hanya sanggup membuatmu marah dan ingin menghajar segala yang ada di depan muka.

“Akan aku patahkan satu-satu semua kepercayaanmu tentang kebaikan. Dan akan kulihat engkau, apakah kau masih percaya pada kebaikan ataukah tidak,” mungkin itu kalimat yang akan sampai padamu. Diucapkan oleh entah suara di dalam dirimu, atau siapapun itu.

Setelah itu semua kaumengerti, dan kemudian kau tahu bahwa tetap kebaikanlah yang kaupilih dan kaujalani, kau sudah datang di depan dunia ini, sebagai seseorang yang benar-benar teruji.

Dan karena itu, kebaikanmu kemudian, pemahamanmu kemudian tentang arti baik itu sendiri, tak lagi bermuara pada sempitnya buruk dan baik. Tak lagi punya ujung yang gelap atau terang. Dan karena itulah, kau akan menjadi sebagai yang Mengerti tentang arti Baik.

Selalu lebih sulit untuk menjadi baik, saat kamu penuh luka-luka.
Jangan menyerah, it’s just a life anyway.

posted by -Fitri Mohan- @ 3:58 AM,

18 Comments:

At 5:27 AM, Anonymous bebex said...

menjadi orang jahat juga sulit kayana mba...
terbukti pada bebex!!! ^^

 
At 5:29 AM, Blogger nie said...

dalemmmmm postingmu fit. aku manggut-manggut, tp speechless somehow huhuhu...

 
At 5:48 AM, Anonymous ario dipoyono said...

maksudnya postingnya ini apa yah... kok aku gak ngeh

 
At 5:59 AM, Anonymous OktaEndy said...

menarik...
baik dan jahat itu pilihan,
tinggal bagaimana kita konsisten terhadap pilihan itu :D

 
At 6:14 AM, Blogger - Nilla - said...

tp kadang, justru bencana2 itu yg membuat seseorang yg jahat menjadi baik.
orang yg bijak tak menganggap suatu cobaan sbg beban.
melainkan menganggap cobaan sebagai pembelajaran.
*maaf kalo aku sok tau, mbak!* :|

 
At 7:19 AM, Anonymous venus said...

*ngakak baca komen bebex*

kenapa lagi itu bocah? :D

 
At 8:13 AM, Blogger Ely Meyer said...

memang sulit jadi org baik, perlu kesabaran juga, padahal nggak mudah juga jadi orang yang selalu bisa bersabar

 
At 8:42 AM, Blogger Mariskova said...

Butuh warna hitam untuk tahu bahwa ada warna putih. Begitu juga sebaliknya. It's life after all.

 
At 9:52 AM, Blogger eRiek said...

wuuiih...beret banget fit :D
my point is to a good man/woman is need. *apaan ya? bingung :-)

 
At 1:16 PM, OpenID mercuryfalling said...

aku malah bingung definisi baik itu apa sih ?

 
At 5:31 PM, Blogger -Fitri Mohan- said...

@bebex: tuh kamu diketawain venus tuh. ;p
@nie: :)
@ario: nggak ada maksud apa2.
@okta: siip.
@nilla: itu juga maksudku nil. sok tau? enggak ah.
@venus: lha embuh itu.
@ely meyer: benar mbak.
@mariskova: it's a life anyway.
@eriek: maksudnya?
@mercuryfalling: baik itu perlu definisi toh?

 
At 6:37 PM, Anonymous endang said...

tinggal bagaimana kepekaan orang utk belajar.....meski yg dipilih tetap utk menjadi baik, kadang yg gemas melihatnya msh mencelanya dgn hanya melihat hidup sbg hanya hitam dan putih. misinya menularkan kebaikan gagal? terserah !

 
At 7:07 PM, Blogger -Fitri Mohan- said...

@endang: hahahaha, embeeeeeer!

 
At 7:29 PM, Blogger iway said...

mirip-mirip jeung endang, berbuat baikpun perlu perhitungan tersendiri dalam lingkungan orang yang skeptis akan kebaikan, bisa-bisa malah dicurigai toh? :D

 
At 9:09 AM, Anonymous Kevin said...

Pada saat kita luka dan kita tetap berusaha menjadi baik mungkin itu jauh lebih baik, katanya simbah dikampung sih :)
Soal Pilihan :
A. Orang jahat mati
B. Orang baik juga mati
Silahkan anda pilih anda mau mati jadi orang jahat atau orang baik sertakan alasannya lalu sms ke 031 72492925

 
At 9:04 PM, Blogger maya said...

mmm...baik jahat itu relatif yah :)

 
At 1:46 PM, Blogger Adek Aidi said...

uni, vielen Dank.
tulisan nya ngena banget.
boleh saya kopas utk renungan dengan kawan2?

anyway, jadi sangat kangen menulis lagi.."percikan racun dikepala" sudah hampir membuat over dosis..haha..
soalnya saya udah janji ga blog adicted dulu smp hutang amanah nya selesai nih..

 
At 7:18 PM, Blogger -Fitri Mohan- said...

@iway, maya: betul.
@kevin: kamu lucu deh.
@adek aidi: ayolah dek, nulis lagi.

 

Post a Comment

<< Home