BLOG ITU MAKANAN YA?
Monday, November 12
Itu adalah pertanyaan keponakan saya, Hani, masih SMP, saat saya menyuruh dia ngeblog. Saya tahu dia sangat senang menggombal di kertas HVS atau buku nota. Ya, dia nggak pernah mau dibelikan buku diary, katanya kalau pakai buku diary dia merasa jadi terpaksa menulis yang bagus-bagus. Sementara dia itu sukanya doodling aja. Kebetulan dia ini penggila internet terutama chatting dan Friendster. Saya tambahkanlah satu lagi “pengetahuan umum” lain soal internet yaitu Blog. Biar coret-coretannya yang nggak karu-karuan itu menjadi salah satu arsip di ranah maya. Arsip yang mungkin menurut Yang Dipertuan Agung (entah siapa) hanya pas ditaruh di tempat sampah.
Dan dengan isengnya dia bertanya, “Blog itu makanan ya?”. Sebuah pertanyaan yang saya respon dengan menjewernya, disusul dengan menyuruhnya datang ke blog saya, berlagak sok senior. Oh iya, lupa, saya memang Tantenya.
Pertama-tama dia ngeblog, isi blognya itu adalah menaruh tulisan-tulisan saya disana. Nggak pakai acara ijin terlebih dulu. Begitu saya tahu, saya bilang, “Eh, tulisanmu bagus deh Han.” Dan jawaban dia singkat saja,”Idih, nggak usah memuji diri sendiri gitu deh Ta.” Dengan itu, saya dan dia sudah sepakat bahwa kopi paste tulisan Tante sendiri sih enggak masalah. Toh, Tante udah tahu. Dan nggak pakai acara marah-marah. Kalaupun saya marah, paling banter yang akan dia bilang, “Ya deh, maaf ya Teta.” Dan udah. Begitu saja. Selesai. Nggak pakai acara peperangan. No Big Deal.
Keponakan saya itu akhirnya tahu bahwa blog itu bukan cuma makanan tapi….. tempat buat iklan. Atau muntahan ketidakjelasan, yang cuma bertahan beberapa minggu. Friendster dan chatting masih lebih mempesona ketimbang blog. Setelah menghapus semua tulisan saya disana (bukan atas permintaan saya), dia menuliskan kebosanan, daaan saking bosennya,... dia menuliskan nomer handphone-nya disana. Ini yang paling bikin saya dag-dig-dug. Takutnya kalau ada yang menghubunginya dan mengisenginya. Ya, biasalah, pikiran negatif langsung merajalela (saya kan tantenya gitu loh, meskipun saya tahu resiko itu pasti ada).
Sejak itu, blog itu mandeg. Nggak dihapus nggak diurus. Ditinggal begitu saja dengan posting terakhir berisi nomer handphone-nya. Dia sendiri ketika saya tanya lagi beralasan, “Ah, blog kan cuma makanan. Pentingan Friendster lah.”
Ya sudahlah. Hasrat dan kesenangan memang enggak bisa dipaksakan. Sama seperti dia berhasrat dan memindahkan postingan saya ke blognya dulu. Yang ketika saya tahu ya saya maklum-maklum saja itu.
Tapi beda ceritanya ketika ada seorang blogger yang menjiplak tulisan saya di Rembulan Gading (karena urusannya sudah beres dan dia sudah minta maaf pada saya, saya sengaja tidak memberi link-nya disini, kejadiannya setahun yang lalu). Meskipun cuma sak-iprit dan nggak penting, saya nggak munafik untuk mengatakan bahwa sumbu saya langsung memendek ketika tahu tulisan saya dikopi paste dan ditulis sebagai hasil karya si blogger pengkopi paste ini. Si Mamak Jepun yang saat itu sepertinya masih di Jepun langsung menawarkan saya golok seketika itu juga.
Saya mengontak si empunya blogger pengkopi paste itu, mengajaknya ngobrol dan meminta penjelasan. Dia meminta maaf (meskipun muter-muter dulu nggak jelas). Begitu dia meminta maaf, saya memaafkannya dengan setulus-tulusnya. Dia masih bisa ngeblog seperti biasa. Dan saya pun tenang-tenang saja sesudahnya. Sumbu saya panjang kembali. Mudah saja persoalan setelah itu. Blog saya masih ada. Blog dia juga masih ada sampai sekarang.
Beberapa waktu yang lalu, suami saya mendapati isi blognya di IndoProgress dikutip disana-sini oleh seorang wartawan. Isi blog yang dikutip itu masuk ke Majalah Playboy dengan nama penulis si wartawan ini tanpa menyertakan sumber tulisan (karena masih dalam pengurusan lebih lanjut, saya tidak bisa menyertakan link yang dimaksud). Setelah suami saya meminta penjelasan, si wartawan ini lalu meminta maaf. Setelah itu, suami saya juga biasa-biasa saja. Sumbunya panjang kembali. Blog si wartawan ini masih tetap jalan. Blog suami saya dan blognya di IndoProgress juga masih jalan. Meskipun sampai saat ini kasus itu masih diurus oleh internal lembaga tertentu.
Blog memang universal. Semua orang bisa menulis apa saja. Dari sumber mana saja. Terinspirasi dari mana saja. Wajar. Halal. Kopi paste? Boleh saja, asal udah Say Hi! Ya, mungkin sama lah kayak kita mau bertamu ke rumah orang.
Terlalu serius ya permisalannya? Biarin.
Kalau belum Say Hi lalu main masuk rumah ke sana-sini dan ambil sana-sini, “kenal” aja enggak, begitu ditanya dan kitanya berusaha untuk lebih dekat dan Say Hi ke dia tapi jawabannya kemana-mana dan tidak dengan gagah mengakui (malah mempermainkan, misalnya), saya sendiri sudah pasti akan dengan senang memakai golok yang dipinjamkan Mamak Jepun ke saya dan menggunakannya sebaik-baiknya. Kalau percobaan berbaik-baik sudah tidak berhasil, ya saya keluarkan saja perangai manusiawi saya yang lain. Yang untungnya, sampai detik ini, belum pernah terjadi.
Kadang-kadang saya ketawa juga mengingat pertanyaan iseng ponakan "Blog itu makanan ya?" itu. Ada benernya juga kalau ngomongin soal porsi. Tapi saya tidak pernah melihat blog sebagai sesuatu yang berumur dan berjenis kelamin. Saya melihatnya sebagai media ekspresi saja. Entah nyampah entah beramah-ramah. Entah ilmu entah isu. Saya hanya menikmati saja apa yang ada disana. Siapapun pembuatnya. Ada atau tidak ada. Nyata atau tidak nyata. Umur berapapun pemiliknya, atau baru tidaknya usia si blog tersebut. Buat saya, tidak melihat pemilik dan murni melihat isi adalah cara saya memperlakukan blog dengan NORMAL. Tidak memuja, tidak serius, dan tidak juga kehilangan akal sehat. Perkara kemudian saya mulai mengenal satu-satu orang-orang dibalik blog, ya itu soal lain. Penghormatan saya sudah lain nuansa. Itu sudah ranah yang real.
Kalau keponakan saya akhirnya ditelepon orang gara-gara nomer handphone yang dia pasang di blognya dan dia ketakutan, ya itu pelajaran dia sebagai blogger. Mau muda mau tua, mau tahu soal etika atau buta tentangnya, mau tahu soal aman dan tidaknya, itu adalah pelajaran pertama dia (yang mana sudah dia dapatkan).
Yang menelepon itu tahu darimana sih keponakan saya masih anak-anak yang nggak pedulian soal keamanan? Meskipun sudah jelas-jelas ditulis di profile-nya sekalipun, misalnya. Apapun itu, itu adalah pelajaran untuk keponakan saya. Ulah dia.
“Rasakan sendiri buah perbuatanmu,” begitu kira-kira kata saya padanya. Ini bukan tega-tegaan atau jahat-jahatan. Bukan. Ini adalah konsekuensi akibat perbuatan sendiri. Tidak ada yang menyuruh. Tidak ada yang menghasut.
Dan kalaupun dia takut ya normal! Saya sebagai tantenya tidak akan menyalahkan penelepon yang kebetulan tahu nomor telepon itu di blognya. Tidak akan menuduhnya sebagai pembunuh berdarah dingin hanya karena dia terus menelepon dan membuat keponakan saya benar-benar ketakutan. "Hadapi itu semua," begitu saya bilang. Tentu saja saya akan menemani kalau arahnya sudah macam-macam dan benar-benar ternyata pembunuh berdarah dingin.
“Yang pasang nomer telepon itu siapa? Yang “ngundang” orang untuk dateng ke tempatmu itu siapa?” itu yang keluar dari mulut saya pada keponakan. Tidak pakai acara elus-elus. Tidak pakai bonus menyuruhnya kembali mengurusi blognya. Tidak merasa bahwa si keponakan sedang dizalimi. Itu wajar kok. Biar saja. Biar dia ngerti. Meskipun mungkin dia butuh waktunya sendiri untuk mengerti. Dan akhirnya dia memang lebih tertarik ber-Friendster ria. Blog masih belum disentuhnya. Ini bukan tega-tegaan atau jahat-jahatan. Ini memperlakukan sesuatu dengan NORMAL.
Jadi, mengambil istilah keponakan saya yang menyamakan blog dengan makanan, marilah kita makan dengan normal. Jangan kekurangan nanti kekurusan. Jangan kebanyakan nanti kegemukan.
Yang normal normal sajalah.
posted by -Fitri Mohan- @ 3:33 PM,
48 Comments:
- At 6:52 PM, CempLuk said...
-
udah ngajak2 orang nih buat nge blog..asik..jadikan tahun 2008 menjadi sejuta blogger kata pak Nuh..
- At 7:57 PM, venus said...
-
haha...makasih masukannya. ini ada hubungannya sama sarah dan dewi ya?
aku juga nulis sesuatu ttg ini. well actually i talked to the girls, both of them. aku mungkin ngeliat dari perspektif yg agak beda. ini bukan soal 'gak mau ngajarin' atau 'gak mendidik'. ah gak taulah. semua orang bersuara dengan caranya sendiri. i hate what this girl did, aku bisa bayangin muntabnya si dewi, terutama karena ga pernah ada permintaan maaf yang bener2 minta maaf. tapi kok aku merasa kita juga gak adil ya? kita semua dengan semangat banget rame2 'nunjuk2' dia sambil bawa parang, padahal siapalah kita ini. kita juga gak bersih2 amat, kok. masih pake software bajakan, masih nonton 24 bajakan (hai, ndaaang...), masih pake tas branded yg belinya di ITC Kuningan. apa bedanya, ya kan?
ah, i need my cigs :D - At 7:59 PM, venus said...
-
fit, minta ijin aku link di postinganku ya? tenkyu ;))
- At 8:07 PM, DooHaN said...
-
gw malah dah malas ngurus friendster... kok masih ada yg semangat45...
- At 8:21 PM, fahmi! said...
-
heheh, blogosphere jadi pada rame ngomong soal copy paste yah. ini pasti gara2 sarah cantik itu huhuhu :p
btw, friendster? ponakannya nggak dikenalin sama facebook? :D - At 8:27 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@venus: menonton bajakan sama copy paste itu menurutku, beda. meskipun sama2 nggak bersihnya. menonton bajakan itu kita menonton film tanpa mengakui bahwa itu karya kita. credit title masih di tangan si sutradara meskipun sutradaranya mungkin mencak2 juga kalau tahu kita nontonnya film bajakan dan bukan yang asli (itu kan merugikan banget). kalau mencopy paste itu: mengcopy dan mem-paste dan kemudian membuatnya seolah itu karya kita. sementara yang udah keringetan (setidakpentingnya tulisan itu pun) shock kalang kabut.
inti postinganku adalah, setiap hal itu ada resikonya. ya hadapi aja dengan normal. jangan berlebihan.
eh iya, gue nggak bawa parang loh ke tempat sarah. hahahah, ngapain juga bawa2 parang. gue ngiranya malah blog sarah ini adalah alter ego-nya si dewi saking mengingatkan gue sama si dewi. - At 8:28 PM, TaTa said...
-
bai de wei..kok gw belom pernah liat kasus kopi pas yah ??? plis plis..klo ada yang liat mbo ya sayah di kasih tau yah ...
- At 8:36 PM, just Endang said...
-
mmmm....untung Teta gak bawa temennya yg ini....tambah lagi tuh yang nyundul2in kepala sambil bilang," ya itu tanggungjawab elo sendiri, hadapi sendiri"...alah, keponakan org gue omelin pula.
@bu Venus....tapi aku punya yg aslinya juga lhoooooo..... - At 8:43 PM, Iman Brotoseno said...
-
Jeng Fitri, ini Cuma kopy paste dari komen di blog saya
ibunya Ima :
Ya jangan begitu dong, sebagai pekerja seni saya kecewa apapun alasan anda melegalkan pembelian dvd bajakan ( walau dvd dan CD artis luar negeri, seperti klaim anda ). Kalau copy paste disebut pencurian, maka beli dvd bajakan bisa disebut pencopet. Beda arti saja. Ini sama saja dengan analogi penadahan dalam hukum positif KUHP kita. Kalau anda membeli mobil curian ( walau anda tidak tahu mobil itu hasil curian ). Si Maling, dan anda ketangkap juga, karena anda dianggap penadah. Industri bajakan dvd/ cd tumbuh subur karena ada konsumen konsumen yang mensuport dengan membeli hasil bajakan. Anda memakai narkoba, walau hanya buat konsumsi pribadi juga ditangkap, walau anda beralasan bukan pengedar. Penjual dan pembeli ikut tanggung renteng. Kalau mereka bisa membajak dvd asing, kenapa mereka nggak bisa membajak cd/dvd lokal ? hasil keuntungan dari penjualan ke anda anda dipakai untuk membajak lainnya..
Saya jangan digolokin ya,, - At 8:46 PM, kenny said...
-
hehehe, sama ama diajeng tata gak tahu itu tulisan kopasan apa nggak (soale jarang bw sih), tahu-tahu udah rame pada ngebahas ttg itu.
Moga2 aja bisa buat pembelajaran buat mereka2, setuju apa yg fitri tulis sesuaikan dgn porsi masing-masing dan tentunya belajar menghormati hasil karya orang laen tms dlm memberi komen(walah kog byk aturan yah, mupeng ah) :D - At 8:47 PM, Luthfi said...
-
duh, tulisannya imut banget :(
*pencet Ctrl + Scroll Mouse* - At 8:57 PM, dewi said...
-
hahahha, disini saya menemukan tulisan yang get my point banget. eh, bukannya saya sedang memuja2 mbak fitri yah, ini jujur, from the bottom of my heart. *halahhhhh*
kenapa saya masi merasa "males"?
buat saya ini seperti lelucon mbak, dengan sarah sebagai korban. sampai saat ini, tidak sekalipun dia menghubungi saya, hey.. she knows how and where to contact me. ;)
malahan, dia seakan2 mengumpulkan bantuan dan simpati dari semua orang. dan iyah, saya malas untuk menguhubungi dia lebih dulu. buat apa? memaksanya meminta maaf? hm, tidak. that's not me. :)
afterall, sebenernya saya malas mengurusi ini, saya malas menjadi sorotan, takutnya..itu membuat saya tak bisa menulis lagi. let me be nothing.
thanks mbak. - At 9:14 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@mas iman: hahahaha. nggak mas, nggak bakal aku golokin. :) i get your point. guilty as charged.
- At 10:10 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@mas iman: sorry kesunat. sambil chatting kan tadi kitanya. :)
emang sih soal HAKI selalu jadi hal yang rumit. soal blog copy paste ini: kita nggak bisa melakukan "kejahatan" dengan membela diri bahwa yang lain juga melakukan kejahatan yang sama. artinya, sesuatu yang jelek ya harus dibilang jelek dan sebisa mungkin kita tidak melakukan kejelekan. kalau sudah pernah, ya weslah, ditunggu kapoknya.
yang paling moderat ya paling menerapkan kode etik yang nggak ketat2 amat juga. kalau kita ngutip ya boleh2 aja, tapi kode etiknya jangan diaku karya sendiri.
disisi lain, aku ngerti juga sih kalau tulisan sudah dipublish, maka "pengarangnya telah mati." tapi, manusiawi sekali rasanya kalau kita punya rasa sebel dan mangkel saat dicopy paste (pengarangnya masih nggak rela nih berarti ya :p) pengennya sih, mbok ya sudah, berhenti sampai pada saling meminta maaf dan beres. bukan malah ada yang tutupan dan gulung tikar, terus gara2 tutupan itu yang lain2 dikira sedang membunuhi bibit yang sedang tumbuh. buat saya, ini udah kejauhan.
ohya, salam buat sarah. moga2 nggak kapok bikin blog baru lagi. - At 10:38 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@dewi: i feel you, girl. :)
- At 10:41 PM, Mariskova said...
-
@Mbok Venus: software bajakan? Gak lah gue... :D :D
@FM: Rental golok masih berlaku.. - At 11:06 PM, Totok Sugianto said...
-
dimana2 blog yang saya kunjungi sedang memperbincangkan masalah copy dan paste. ternyata blog gak beda jauh sama acara infotainment ya.. yg dibicarakan selalu yang itu-itu saja hihihi.... saya setuju ngeblog seperti halnya makanan, jadi berhentilah sebelum kekenyangan :D
- At 11:10 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@cempluk: mari.
@doohan: ponakanku udah punya FS dari sejak setahun lalu. bukan sekarang2 ini aja hebohnya.
@fahmi: hehehe, dia males fesbukan. katanya, aplikasinya lambreta.
@tata: udah lewat tiga stasiun lu Ta.
@justendang: nggak papa mpok. gue rela2 aja kalo dia dimarahin. :D
@kenny: setuju banget mbak.
@luthfi: hehehe, harus pake kaca pembesar ya.
@mariskova: i know you still do. :) - At 11:10 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@totoks: betul mas. yuk kita brenti makan sekarang. :)
- At 12:00 AM, said...
-
sudah say hi sama yang punya gambar ini?
http://nocturnal-devil.deviantart.com/art/Goldfish-40725896 - At 12:14 AM, -Fitri Mohan- said...
-
@anonymous: terimakasih atas infonya. saya kebetulan dibikinkan oleh mata (mata.blogspirit.com) untuk banner di blog ini. nanti akan saya tanyakan padanya. btw, coba deh jangan anonymous. saya dengan senang hati akan senang diberitahu seperti ini. anyway, tetep: thanks ya.
- At 12:38 AM, yati said...
-
udah gede ponakannya, mbak Fit? :)saya membacanya duluuuu banget di suatu negeri :p
*berlalu....mo makan blog :d - At 1:03 AM, OktaEndy said...
-
lagi blog walking, dan tiba2 saja baca tentang kasus sarah dan akhirnya nyemplung kesini. :D
aku sendiri baru belajar ngeblog, suka iseng baca blog orang dan terkagum-kagum bagaimana para senior merangkai kata.
dari blog walking hari ini aku merasa dunia blog ternyata tidak se-maya yang aku bayangkan, serem juga..
Salam kenal.. - At 1:18 AM, bodhi said...
-
pendidikan bagus tuh buat ponakan.. hehehee.. ponakan baru gw umurnya 7bulan kurang, udah gw ajarin ngetik.. tapi blom lancar tuh! gw juga pernah tuh, *nggak sengaja* nulis nomer hape di blog, dan yah.. dijailin sama tante2 tua blom lulus kuliah gitu.. huahauayahuaayaha..
- At 1:30 AM, Ely Meyer said...
-
kalau menjiplak sekali terus kapok, minta maaf bisa dimaklumi, tapi sdh ketahuan njiplak, belum minta maaf , eh .. kok ya postingan berikutnya masih njiplak karya org lain lagi, dan ada komentator yg bisa kasih link jiplakannya, kalau ini namanya apa Fit? jadi teringat laki2 dgn blog puisinya itu (inget khan Fit?) yg njiplak karyamu, eh sudah minta maaf dia ya? , yg kamu ceritakan diatas laki2 itu ya Fit?
- At 2:09 AM, dewi pras said...
-
gara2 kasus kopas ini lagi rame..
akhirnya blogwalking lagi ^_^
apa kabar mba?
kalo masih smp emang semangatnya ya FS-FS-an ya.. kl kaya dewi yang udah tua gini mah udah males buka FS lagi ^_- - At 4:12 AM, mila said...
-
salam kenal..
saya manggut2 baca tulisan mbak fitri ama mas iman.. :D - At 4:20 AM, aprikot said...
-
ngeblog dgn jujur itu termasuk normal ngga jeung?
- At 6:29 AM, isnuansa said...
-
1. Teta, mirip saya dipanggil Tato.
2. Caranya kita tau blog kita di kopas gimana yah? Banyak yg curhat juga blognya dibajak.. - At 10:58 AM, NN said...
-
Kejujuran dalam menulis itu mungkin kuncinya.
- At 11:17 AM, -Fitri Mohan- said...
-
@yati: negeri neri yaaa? :p
@oktaendi: nggak serem kok. kita have fun aja disini. salam kenal balik.
@bodhi: huahahahaha, rasain lu bod. :D :D
@ely meyer: ya itu namanya penjiplak pede. :D wah, mbak ely masih inget aja kasusku yang dulu ya. iya, laki2 itu yang kubicarakan.
@dewipras: sama dew, saya juga malas FS.
@mila: salam kenal juga.
@aprikot: :) you know the answer, sweetheart.
@isnuansa: Tato? saya baru dengar. itu dari daerah mana? soal bgmn tahunya dikopas ya biasanya sih karena dikasihtahu. :)
@nn: :) - At 1:41 PM, dian said...
-
fontnya juga pilih yg normal2x saja donk uni pipit...kacamataku udah tebal nih hikhik
wow keren tulisan si akang di copy paste ke playboy
*ngacir - At 9:20 PM, unai said...
-
Fit..aku suka tulisanmu.terus nulis yah...
- At 9:34 PM, neng said...
-
makan apa kita hari ini jeng? :D
- At 10:06 PM, mBu said...
-
Got the point. And I do agree. Blogging (sebagai salah satu wadah katarsis) memang mengajarkan tanggung jawab. And stop whining.. of course.. :p
Salam kenal.. :) - At 12:37 AM, - Nilla - said...
-
wah, salut buat mbak fitri! xD
uhmmm... saya suka point2 dalam blog ini! ;)
kalo kita udh tau org itu salah, sikap yg bijak itu bukan dgn menghakiminya, tp mengarahkannya!
ah, semua org jg bisa berbuat salah kok!
tinggal gimana kita menyikapi hal2 yg spt itu.
btw, aku link blognya ya, Mbak! ;) - At 1:16 AM, -Fitri Mohan- said...
-
@dian: ih, ini si nenek. cubit dulu ah.
@unai: wah, terimakasih :)
@neng: maunya sih makan spagettinya bude. mau dong resepnya.
@mbu: salam kenal yaa! :)
@nilla: silakan nila. salam kenal juga ya. - At 4:31 AM, Adek Aidi said...
-
iya mbak...saya setuju
klo makan,jangan ditarok sembarangan...ntar ada yang ngambil....
heheheh... - At 4:34 AM, danudoank said...
-
makanlah ketika lapar dan berhentilah ketika kenyang. berlebih2an jelas gak bagus ya bu. *kalo di dunia ajensi (iklan) bisa lebih parah lagi soal kopas ini. konsep dibikin trus yg presentasi org laen & dg santainya dia bilang itu ide saya. atau jiplak iklan dr mancanegara dg pikiran gak ada yg tahu.*
- At 11:30 AM, Kardjo said...
-
Hiks! saya ketinggalan. Lama gak jalan-jalan, ada rame-rame gak tau sebab-akibat, asal-muasalnya.
Tulisan mana sih yang di kopasus khan?
Kalau secara saya, mungkin lebih bijak jika merujuk ke seruannya PamanTyo ini:
Mohon maaf kepada semua pemilik hak atas karya, dalam bentuk apapun, yang miliknya terangkut ke sini tanpa saya mintai izin dan atau terlewat dalam penyebutan sumber. Jika hak Anda terlanggar sudilah menegur saya.
Jadi yang merasa dikopas, cukup menegur. yang mengkopas cukup diupdate dengan menambahkan sumber aslinya.
Peace. Hidup Suara Indoenesia Baru.
Jeng Fitri, salam kenal... - At 1:25 PM, ichaAwe said...
-
mungkin butuh suatu insan yg pny kreatifitas dan niat utk membuka sebuah blog....
- At 10:51 PM, omith said...
-
tulisan mu bijak bangeds..
*great solutions*
that's normal.. - At 1:29 AM, ndahmaldiniwati said...
-
24 emang keren! (lho malah ga' pokuss)
dulu bikin fs krn dibilang ga' gaul, dasar ga' niat ya ga' pernah add temennya punya temen. nge-blog krn suka crita ajah, kalo ada cerita di tulis kalo ga' ada ya baca cerita orang dan cerita ga' bakal ada habisnya;) - At 7:30 AM, -tikabanget- ™ said...
-
betoooolll..!!! setujuuuuu!!!!
*pasang umbul umbul*
ngapain jeh kamu, Tik?? - At 9:16 PM, maya said...
-
suka sama tulisannya. ijin ngelink ya mba. thanks :)
- At 10:00 PM, -Fitri Mohan- said...
-
@adekaidi: ;)
@danudoank: judulnya berabe atuh.
@kardjo: setuju. salam kenal juga ya kang.
@ichaawe: gitu ya?
@anonymous: ini siapa sih? tolong jangan provokasi ya. kalau lucu yuk ketawa saja. next time please jgn pake anonim. makasih.
@omith: ;)
@ndahmaldiniwati: 24 emang keren kok ndah. hahahaha.
@tikabanget: weeeh, sopo sing kawinan tik? pasang umbul2 barang. (kawinan kok "setujuu" hahahaha)
@maya: silakan may. :) - At 5:21 AM, zen said...
-
"sumbu saya langsung memendek"
frase yang menarik. jika sekali waktu frase itu muncul di tulisan saya, pastilah saya kopas dari mu. - At 3:45 AM, toni said...
-
Waah saya ga tahu apa tulisan saya sudah dicopas oleh orang lain,,,,
salam kenal ya jeng fitri










